6 Maret 2026

Aktual Tekno

Info Teknologi Terkini

BRI Umumkan Pembayaran Dividen Tunai Rp31,40 Triliun Sebagai Bentuk Komitmen terhadap Pemegang Saham

2 min read

Aktual Tekno – Pada hari Rabu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dijadwalkan untuk melakukan pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham, dengan total nominal yang mencapai Rp31,40 triliun atau setara dengan Rp208,40 per saham. Dividen tersebut merupakan bagian dari total dividen yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 24 Maret 2025. Besaran dividen yang akan dibagikan adalah bagian dari total dividen untuk Tahun Buku 2024 yang mencapai Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa pembayaran dividen ini menjadi bukti nyata dari kinerja solid yang telah dicapai oleh BRI sepanjang tahun lalu. Selain itu, keputusan untuk membagikan dividen tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. Hendy juga mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor penting, termasuk stabilitas keuangan BRI dan prospek pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham tersebut sudah mencakup dividen interim sebesar Rp135 per saham yang telah dibayarkan sebelumnya pada 15 Januari 2025, yang setara dengan Rp20,33 triliun. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan pada Rabu ini adalah sebesar Rp31,40 triliun atau Rp208,40 per saham. Pembagian ini dilakukan setelah memperhitungkan struktur kepemilikan saham yang ada.

Dari total dividen yang akan dibagikan, BRI akan menyetorkan sejumlah besar dividen kepada Pemerintah Republik Indonesia. Total dividen yang diterima oleh pemerintah diperkirakan akan mencapai Rp27,68 triliun, termasuk dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya sebesar Rp10,88 triliun. Sisa dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham publik yang terdaftar dalam daftar pemegang saham (DPS) pada tanggal pencatatan (recording date).

Baca Juga :  Cara Melancarkan Buang Air Besar Menggunakan Obat

Hendy menjelaskan bahwa keputusan untuk menetapkan besaran dividen ini tidak hanya didasarkan pada kinerja keuangan yang solid, tetapi juga dengan mempertimbangkan aspek-aspek lainnya seperti kebutuhan ekspansi bisnis, kecukupan likuiditas, serta manajemen risiko yang diterapkan oleh bank. Hal ini menunjukkan bahwa BRI berupaya untuk tetap menjaga keseimbangan antara memberikan manfaat kepada pemegang saham dan memperkuat kapasitas bisnis untuk jangka panjang.

Selain itu, BRI juga memastikan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) perseroan akan tetap terjaga di atas 19 persen dalam jangka panjang, yang menunjukkan bahwa perusahaan tetap berada dalam posisi yang kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi dan pasar yang berkembang. Keberhasilan BRI dalam mencapai laba bersih yang tercatat sebesar Rp60,15 triliun pada 31 Desember 2024 menjadi bukti lain bahwa perusahaan terus menjalankan operasionalnya dengan efisien dan efektif.

Melihat ke depan, BRI berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai bank universal yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah pemberdayaan sektor UMKM di Indonesia, yang menjadi bagian integral dari visi jangka panjang BRI untuk terus berkembang di tengah dinamika ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *